Inilah 3 Penyebab Mata Minus Yang Perlu Anda Hindari

Apabila saat ini Anda tidak mengalami mata minus, maka Anda bisa melakukan langkah pencegahan dengan menghindari penyebab mata minus. Tapi untuk Anda yang sudah mengalami mata minus, maka pengetahuan ini bisa Anda gunakan untuk mempercepat pemulihan kesehatan mata Anda.

Sangat logis. Anda menghindari penyebabnya, maka mata minus tidak akan bertambah parah. Jika Anda secara sadar atau pun tidak sadar melakukan hal-hal yang menyebabkan mata minus, tentu kondisi kesehatan mata Anda bisa semakin memburuk meski Anda sedang melakukan terapi.

Lalu bagaimana untuk Anda yang saat ini tidak mengalami mata minus, apakah masih cukup penting untuk mengetahui penyebab mata minus? Ya, sama-sama pentingnya. Supaya kondisi mata Anda tetap sehat bebas gangguan minus.

 

Penyebab Mata Minus

 

Mari kita mulai,

Para pakar kesehatan mata membagi penyebab mata minus ke dalam 3 kelompok utama, yaitu penyebab yang berasal dari faktor genetik (keturunan), faktor etnik dan faktor gaya hidup. Mari kita ulas lebih dalam lagi.

 

 

Penyebab Mata Minus dari Faktor Keturunan

 

Umumnya, anak-anak dengan orang tua yang mengidap Mata Minus memiliki risiko sekitar 30 persen lebih tinggi untuk mengidap kondisi yang sama. Bagaimana bisa terjadi?

Kondisi ini disebabkan oleh orang tua mempunyai sumbu bola mata yang lebih panjang dari normal akan melahirkan keturunan yang memiliki sumbu bola mata yang lebih panjang dari normal pula. Sebab itulah sebagian besar kasus mata minus / rabun jauh disebabkan oleh penurunan sifat dari orang tua.

 

 

Penyebab Mata Minus dari Faktor Etnik

 

Hasil riset menyatakan, orang Asia lebih memiliki kecenderungan gangguan mata minus yang lebih besar (70% – 90%) dari pada orang Eropa dan Amerika (30% – 40%). Paling kecil adalah Afrika (10% – 20%).

 

 

Penyebab Mata Minus dari Faktor Gaya Hidup

 

Memang, selain keturunan, gaya hidup termasuk salah satu sebab terbesar timbulnya suatu penyakit. Termasuk mata minus. Jika Anda tidak mempunyai riwayat atau keturunan mata minus, maka sebaiknya Anda menghindari perilaku-perilaku berikut:

  • Sering melihat dari jarak dekat secara terus menerus sampai mengernyitkan mata.
  • Membaca sambil tiduran dalam jangka waktu lama.
  • Membaca di tempat dengan penerangan kurang.
  • Membaca terlalu lama tanpa jeda istirahat.
  • Kurang mengkonsumsi makanan bervitamin A.
  • Terlalu lama bekerja di depan layar komputer.
  • Nonton televisi terlalu dekat.
  • Main game dengan TV besar dan jarak dekat.
  • Terlalu lama main handphone dalam kondisi gelap.

 

Nah, kalau kita benar-benar peduli pada kesehatan mata, maka lebih baik menghindari perilaku yang bisa menyebabkan terjadinya mata minus. Ya, meski agak lumayan berat sih. Namun setidaknya kita sudah berusaha menjaga dan memanfaatkan mata pemberian Tuhan secara baik dan benar.

Demikianlah artikel yang secara khusus membahas “Penyebab Mata Minus”. Setidaknya anjuran ini bisa menjadi petunjuk awal bagi Anda supaya bisa selalu terhindar atau cepat sehat dengan terapi mata minus. Salam sehat dan bugar.

 

 

————————————————————————

Disclaimer: *semua informasi yang ada dalam website ini merupakan alternatif, dan bukan merupakan pengganti rujukan medis. Semua produk yang terkumpul dalam Metode Terapi Mata ini tidak dijual bebas. Hanya bisa Anda dapatkan di AHN. Efek terapi yang dirasakan tiap individu bisa jadi berbeda-beda menurut kondisi fisik serta usaha yang dilakukan.