Kondisi Mata Saat Mengalami Minus / Rabun Jauh

Kondisi Mata Saat Mengalami Minus / Rabun Jauh

Kali ini kita akan mengetahui tentang hal yang sangat penting. Mata rabun jauh, salah satu kondisi mata yang paling banyak dialami oleh penduduk dunia dan bisa membuat hidup seseorang sangat tidak nyaman.

Perlu Anda ketahui bahwa unsur penting dalam penglihatan adalah cahaya. Cahaya lah yang membuat mata kita bisa melihat suatu objek. Alurnya kurang lebih seperti ini:

 

 

Kondisi Mata Normal

 

Sinar yang direfleksikan dari sebuah objek masuk ke mata melalui kornea, kemudian difokuskan oleh lensa mata ke retina. Pada mata normal, lensa mata dan kornea membiaskan cahaya yang masuk sehingga bayangan objek difokuskan tepat di retina.

 

 

Kondisi Mata Rabun Jauh / Minus

 

Pada mata minus, cahaya yang masuk tidak fokus di retina, namun jauh di depannya. Hal ini dapat disebabkan oleh karena kornea terlalu cembung atau panjang bola mata yang terlalu besar. Sehingga jika Anda memiliki mata minus, pada saat melihat objek dari jarak jauh, objek akan terlihat tidak fokus, alias ngeblur.

 

Mata Rabun Jauh

Mata Rabun Jauh

 

Semakin parah kondisi mata, maka semakin tidak jelas ketika melihat objek dalam jarak jauh. Kadang juga sampai tidak kelihatan teksturnya sama sekali.

Bisanya, tingkat keparahan mata minus ditandai dengan ukuran Dioptri. Berdasarkan tingkat keparahannya, mata minus terbagi tiga, yaitu minus rendah (minus 0.5D hingga minus 3D), minus sedang (minus 3D hingga 6D), dan minus berat (di atas 6D).

 

 

Penderita Mata Rabun Jauh / Minus

 

Mata minus paling banyak dialami oleh masyarakat di negara maju. Di Amerika Serikat, sekitar 25% dari penduduk dewasa menderita mata minus. Sementara itu, di Jepang, Singapura, dan Taiwan, persentasenya jauh lebih besar, yakni mencapai sekitar 44%.

Di Indonesia, walaupun tidak ada data statistik yang pasti, dapat diduga hampir di setiap rumah terdapat penghuni yang menderita mata minus. Coba lihat di sekeliling Anda. Apakah ada yang menderita mata minus?

Saat menderita mata minus, seorang Dokter biasanya menyarankan Anda untuk memakai kaca mata atau lensa kontak. Ya, harganya lumayan mahal dan kaca mata sebenarnya hanya untuk mencegah supaya minus tidak bertambah dan memperburuk keadaan.

Namun kita sering salah sangka. Masyarakat masih banyak yang menganggap bahwa kaca mata bisa bekerja seperti obat yang mampu mengembalikan mata pada kondisi normal. Ya, saya juga berkeinginan seperti itu. Tapi itu tidak akan terjadi kecuali ada keajaiban.

 

Kaca Mata Minus

Kurangi Pakai Kaca Mata Minus

 

Khusus untuk pemakaian lensa kontak, Dr. H. Dwight Cavanagh, seorang profesor ahli mata dari Southwestern Medical Center, Amerika Serikat dalam tulisannya “Eye and Contact Lens” pada 2003, mengungkapkan sebanyak 2.500 pengguna lensa kontak mengalami corneal ulcers alias borok pada kornea. jika lensa kontak dipakai setiap hari.

 

Pada pakar Herbal mengatakan bahwa kaca mata sangat baik digunakan pada saat-saat tertentu saja. Kaca mata bisa Anda gunakan saat membaca atau bekerja di depan layar komputer. Selebihnya, para Pakar Herbal lebih merekomendasikan sistem penggabungan. Yaitu kaca mata dan melakukan Terapi Mata.

 

Meski tidak semua orang bisa berhasil pulih, namun banyak orang mengakui bahwa cara tersebut bisa mengurangi dioptri minus sampai ke tahap yang sangat maksimal. Biasanya dalam waktu 1 bulan, mereka mengalami penurunan 0,5 – 1,5 dioptri.

Apakah sekarang ini Anda sudah memakai kaca mata minus? Lalu Bagaimana Cara Melakukan Terapi Mata Alami? Cek sekarang >>> Terapi Mata Alami AHN

Demikianlah artikel yang secara khusus membahas “Kondisi Mata Rabun Jauh / Minus”. Setidaknya anjuran ini bisa menjadi petunjuk awal bagi Anda supaya bisa selalu terhindar atau cepat sehat tanpa mata minus. Salam sehat dan bugar.

 

 

————————————————————————

Disclaimer: *semua informasi yang ada dalam website ini merupakan alternatif, dan bukan merupakan pengganti rujukan medis. Semua produk yang terkumpul dalam Metode Terapi Mata ini tidak dijual bebas. Hanya bisa Anda dapatkan di AHN. Efek terapi yang dirasakan tiap individu bisa jadi berbeda-beda menurut kondisi fisik serta usaha yang dilakukan.